Jumat, 01 Oktober 2021

Narasi-Pengalaman Perkuliahan

 

Nama   : Dede Agustianto

NIM    : 12001189

Kelas   : PAI 3E

 

Assalamualaikum wr.wb perkenalkan nama aku Dede agustianto. Sebelum aku menceritakan pengalaman selama melakukan perkuliahan semester ini, saya ingin flashback dulu ke masa pertama kali aku masuk perkuliahan semester pertama. Senin, 19 Oktober 2020 adalah hari pertama aku masuk kuliah di Universitas IAIN Pontianak. Malam sebelum hari senin aku bergadang karena aku sangat menyukai game Mobile Legends sehingga membuat aku lupa dengan waktu istirahat di malam hari, sampai waktu subuh aku terbangun dan melakukan ibadah sholat subuh setelah itu aku berifikir kalau tidur lagi bakalan bangun telat karena lama sudah tidak sekolah jadi terbiasa dengan sehabis subuh tidur lagi, yaa karena tidak ada kegiatan sehabis tamat SMA untuk mengisi kegabutan hanya bergadang main game. Sehingga membuat ku mengurungkan niat ku untuk tidur jadi aku memainkan Handphone (Gawai).


Tidak lama kemudian terjadi lah yang tidak aku inginkan saat itu yaitu tertidur dan membuat aku bangun pukul 06.45 pada saat itu aku lupa bahwa kuliah hari pertama pada hari itu, untung ada kawan yang mengingat kan

“siap-siap kawan sebentar lagi kuliah hari pertama”

langsung spontan aku mengingat bahwa sekarang ini hari senin hari kuliah pertama, dengan cepat aku mandi, selesai mandi aku langsung cepat-cepat memakai pakaian dan langsung memegang HandPhone (Gawai).Dan ternyata oh ternyata kuliah hari pertama menggunakan WhatsApp padahal aku sudah mendownload aplikasi Zoom dan Google meet, tapi tidak apa-apa lah ada juga kemudahan nya terima kasih dosen ku.

 

Lanjut ke Mata Kuliah pertama yaitu Bahasa Indonesia dengan dosen yang bernama ibu Farninda Aditya, M. Pd. Kesan pertama yang lumayan menegangkan karena ya baru jadi mahasiswa rasanya deg-degan mana takut telat, taku dosen garang dan takut bertanya. Di mulai dari absen pelajaran Bahasa Indonesia aku melihat ibu Farninda garang menurut aku tetapi garang nya pasti untuk mengajarkan anak-anak mahasiswa baru untuk kebaikan ya walaupun kadang-kadang masih ada sifat waktu SMA suka melawan guru dan lain-lain. Kembali ke pelajaran rupanya kesan pertama tidak buruk walaupun absen telat ya insyaallah akan di perbaiki.

 

Waktu jam pertama pun habis. Lanjut Mata Kuliah Bahasa Inggris, Nama dosen Mata Kuliah Bahasa Inggris adalah ibu Vibry Andina Nurhidayah, S. PD., M.Hum. ngomong-ngomong Bahasa Inggris yaa kalian tau la yang namanya Bahasa Inggris pasti Speak To English dan… kenyataan nya aku hanya tau yes dan no, tetapi tidak apa la namanya juga belajar. Kesan pertama kali ini lumayan enjoy karena yang pertama belum mengetahui apa-apa soal kuliah online dan untung dosen Mata Kuliah Ini enjoy jadi kadang serius dan kadang bergurau, pelajaran ini salah satu pelajaran yang ingin aku kuasai karne aku bermain Game terkadang berjumpa dengan Orang Inggris jika aku menguasai Bahasa Inggris yaa walaupun sedikit setidak nya aku bias berkomunikasi dengan Orang Inggris dan bias juga menambah kawan lumayan ada sahabat pena kata orang-orang.

 

Untuk hari pertama kuliah seperti biasa yaah tetap perkenalan, tapi perkenalan tahun ini berbeda di karenakan kondisi sekarang sedang pandemi Covid (corona) jadi, perkenalan kuliah tahun ini melalui media seperti zoom atau google meet. Tetapi ada yang beda di tahun ini rasanya kurang menyenangkan jika awal-awal kuliah sudah online jadi kurang seru gitu. Hari pertama kuliah pun selesai walaupun online tetapi mau tidak mau harus di jalankan walaupun online.

 

Begitu lah kira-kira pengalamanku saat pertama kali masuk kuliah di semester pertama, selanjutnya aku akan menceritakan pengalamanku selama semester 2 ini. Pada saat itu virus Corona atau biasa di sebut Covid-19 telah mengubah semua sendi kehidupan. Semua aktivitas dilakukan secara online, karena adanya larangan keluar rumah guna memutus mata rantai penyebaran virus yang telah menelan banyak korban. Konsep pendidikan juga berubah, tadinya proses belajar mengajar dilakukan secara tatap muka, sekarang menggunakan berbagai aplikasi jejaring sosial.

 

Hal ini ternyata sangat membosankan dirasakan sebagian besar mahasiswa Universitas IAIN Pontianak. Hal tersebut banyak curhatan mahasiswa belajar daring dan banyak juga mahasiswa mulai mengeluhkan proses perkulihan dilakukan secara daring. Mulai adanya kebosanan dengan sistem ini, banyaknya tugas yang diberikan dosen, dan adanya kerinduan untuk berjumpa dengan kawan-kawan serta ingin merasakan kuliah tatap muka yang menurut mereka sangat membantu dalam memahami ilmu secara efektif.

 

Maka dari itu banyak sekali mahasiswa yang berusaha mencari kerjaan sampingan untuk menutupi kebosanan yang sedang kami jalani saat itu, adapun yang tidak mencari pekerjaan sampingan akan tetapi mereka membuka bisnis kecil-kecilan untuk mencukupi kebutuhan kuliah online ini. Maka dari itu aku kira awalnya mahasiswa tidak mendapatkan kouta terkhusus kampusku yaitu IAIN Pontianak, akan tetapi tidak lama kemudian kami mendapatkan bantuan kouta dari kampus yaa… walaupun tahap-tahapnya memakan waktu yang lama tetapi cukuplah untuk kami yang tidak mempunyai ekonomi yang berkecukupan untuk memenuhi kebutuhan kuliah online ini.

 

Setelah mendapatkan kouta itu pun aku sedikit tidak khawatir tentang jaringan untuk proses perkuliahan. Akan tetapi, di saat itu juga aku kembali berpikir untuk tidak selalu meminta uang apapun kecuali uang bayar kuliah kepada orang tua ku. Tetapi di balik pemikiran itu aku berfikir lagi jika aku mencari kerja sampingan apa akan bisa? jika aku ada pekerjaan sampingan bisa jadi susah jika kuliah sambil kerja dengan tugas yang selalu ada akan sulit membagi waktu tugas dan waktu istirahat dan bisa juga menjadi mudah.

 

Aku pun sempat berfikir untuk tidak berharap apapun kepada orang tua ku mengenai baju,laptop,handphone dan barang lainya, semenjak tamat dari SMA aku sudah berniat untuk tidak meminta uang kepada orang tua ku karena aku ingin belajar tidak bergantung kepada orang tu. Seperti pola uang yang aku stop meminta karena banyak orang yang bisa jalan waktu kuliah masih ada yang memakai duit orang tuanya, walaupun tidak semua tetapi aku berfikir untuk tidak meminta nya. Walaupun itu membuat aku tidak bisa ikut teman-temanku ngumpul ataupun jalan tetapi setidaknya aku mengurangi ekonomi di keluarga ku.

 

Pada semester 2 ini juga proses perkuliahan yang aku jalani kurang aku tekuni, dikarenakan aku dan teman-temanku kembali mengadakan tournament game mobile secara online. Singkat cerita setelah aku malas-malasan dalam kuliah dikarenakan kuliah online ini aku dan teman-teman secepat mungkin mengadakan perlombaan tournament tesebut.

 

Hari pertama tournament game Mobile Legends dan PUBG Mobile di lakukan secara online aku selaku panitia berkumpul di cafe wak leman. Sejak hari itu aku melaksanakan tugas sebagai panitia dengan tanggung jawab karena di saat itu aku memberanikan diri untuk mengambil pj game mobile legend, hari pertama pertandingan adalah hari yang sangat meneganggkan bagi aku pribadi. Karena aku harus esktra menyiapkan segala persiapan yang harus di atur supaya acara tournament ini berjalan lancar, karena jika aku gagal saat hari pertama gimana hari selanjutnya.

 

Pokoknya hari pertama ini bisa di bilang hari di mana aku merasakan suasana tegang, aku berpikir apakah dengan aku menjadi pj pada tournament kali ini akan berjalan lancar atau sebaliknya. Untungya aku di bantu oleh temanku,

 

“setelah ini kamu lakukan ini dek..”

 

Setelah mendengar suruhan temanku aku langsung mengerti dengan situasi yang sedang aku hadapi. Kondisi di saat itu banyak sekali yang bisa aku ambil pelajarannya, salah satunya di mana aku harus mau tidak mau pandai membaca situasi perlombaan online pada saat itu. Gimana caranya melihat yang curang atau lain sebagainya, tidak terlepas teman-temanku lah yang mengajari aku untuk mengerti situasi perlombaan secara online tersebut.

 

Tidak lupa juga pada saat itu aku merasakan memegang uang hadiah dari tournament online tersebut, kebetulan tournament online kali ini kami mendapatkan beberapa sponsor jadi hadiah online kami tidak perlu kami pusingkan lagi. Akan tetapi di lain sisi, aku merasa pusing dan takut memegang hadiah tournament pada saat itu, bukanya senang malah sebaliknya. Aku berpikir apakah akan aman jika uang ini aku pegang dan apakah uang hadiah ini tidak berkurang atau pun tidak nambah, meskipun kalau tiba-tiba nambah yaa bagus kan. Maka dari sini lah aku merasa ohh begini ya rasanya memegang uang sebanyak ini dan begini rasanya jika jadi bendahara yang memegang uang di setiap acara apapun. Pada tournament saat ini aku sangat antusias acara ini dan kebetulan perkuliahan online juga jadi aku rasa aku harus mencari kesibukan makanya aku berani mengambil posisi pj tournament online kali ini, hari pertama aku menjadi pj tournament aku di ajarkan untuk berbicara melalui google meet dan kebetulan tournament kali ini yang aku bilang tadi kami lumayan mendapatkan beberapa sponsor jadi tournament online ini lumayan mewah sedikit lah. Makanya aku di ajarkan untuk berbicara di goggle meet karena 15 menit sebelum pertandingan ada waktu untuk berbicara dengan player yang mengikuti tournament saat itu.

 

Pada hari pertama itu lah aku rasa aku harus bisa, harus bisa dan harus bisa. Aku akan tunjukan kepada teman-teman yang meremehkan diri aku, dan buktinya… aku terbatah-batah saat google meet. Aku pikir tidak apa-apalah toh acaranya tetap berjalan lancar, karena itu aku tidak jadi insecure. Lalu aku langsung memulai perlombaan pada hari pertama. Singkat cerita hari pertama selesai dan lanjut hari kedua.

 

Pada hari kedua aku melakukan seperti biasanya dan hari kedua ini aku harus lebih baik dari hari pertama dan seperti biasa aku melakukan tugasku sebagai pj mobile legend yang telah di lakukan di hari petama di lakukan juga di hari kedua. Ada yang spesial di hari kedua ini,yaitu aku di ajarkan untuk bisa pandai mengedit twibon, padahal aku tidak mengerti apa yang di jelaskan oleh temanku tetapi aku tetap bilang “oke oke oke paham”. Mau gimana lagi jika aku bilang tidak bisa-bisa aku tidak di ajarkan caranya membuat twiban, tapi aku pikir aku harus pandai suatu hari.

 

Lalu hari kedua perlombaan pun aku jalani dengan mudah dan dengan sukses acara tournament itu, tournament online ini di lakukan hanya 3 hari yang di mana, 2 hari untuk mobile legend dan 1 hari untuk PES. Karena perlombaan PES sudah jarang muncul di daerah tempat tinggalku makanya aku dan teman-teman sepakat untuk mengadakan PES saja, sekalian untuk mencoba-coba apakah ramai. Jika ramai mungkin bisa di adakan untuk acara besar di akhir tahun 2022.

 

Setelah aku menjadi Panitia Tournament online itu aku tidak lupa juga dengan tugas-tugas kuliah yang sangat banyak, yahh walaupun tidak sebanyak pada saat semester 1. Akan tetapi semester 2 ini aku sudah mulai masuk ke tingkat kejenuhan karena aku berpikir semester 2 saja masih online apa lagi semester 3, makanya aku bermalas-malasan di semester 2 itu bukan karena aku tidak memikirkan duit orang tuaku akan tetapi aku merasa dengan kuliah online tidak semua orang bisa masuk ilmunya. Karena dari kelas 1SD sampai 3 SMA zamannya aku sudah sering dengan tatap muka, bukanya tidak mengikuti aturan yang sudah ada akan tetapi apa salahnya jika masuk setengah dan setengahnya tidak masok ataupun silahkan pilih yang ingin offline siapa-siapa dan yang ingin online siapa-siapa, yaa mungkin nantinya akan banyak yang ingin offline jadi pasti ada antisipasi jika yang ingin offline.

 

Makanya aku agak bermalas-malasan pada semester 2 itu, akan tetapi banyak sekali yang bisa aku pelajari. Dari menahanya hawa nasfu yang di mana saat awal-awal semester 1 aku sangat bernafsu untuk pergi ke café atau pun keluar keluyuran kemana, yahh wajar lah baru-baru merasakan menjadi mahasiswa. Tetapi beda dengan sekarang.

 

Semester 2 ini banyak sekali yang menurutku hal-hal baru, dari proses belajar melalui online (daring) Di semester dua ini sangat banyak tugas yang mengharuskan kami membentuk kelompok, hampir semua mata kuliah menggunakan kelompok untuk membuat makalah yang kemudian akan di presentasikan. Kami melewati berbagai macam tugas dengan berbagai tantangan juga. Mulai dari materi yang sulit didapatkan, kuota yang pas-pasan, kelompok kurang kompak, teman yang sulit dihubungi, presentasi kurang maksimal, grogi saat harus on cam di google meet, kondisi jaringan internet bermasalah. Kondisi jaringan internet yang berbeda beda di setiap daerah sangat mempengaruhi berlangsungnya perkuliahan. Untuk mahasiswa yang tinggal di daerah perkotaan tentu tidak akan terlalu bermasalah dengan jaringan internet, namun untuk mahasiswa yang tinggal di daerah pedesaan terkadang cukup kesulitan untuk menemukan jaringan yang bagus sehingga membuat kuliah online terganggu.

Melalui pembelajaran daring mahasiswa dapat belajar seperti biasanya dan tidak akan ketinggalan materi perkuliahan, serta waktu yang lebih fleksibel.  Namun pembelajaran daring ini tidak sepenuhnya disambut baik oleh para mahasiswa, karena ada sebagian mahasiswa yang menganggap pembelajaran daring ini lebih menyulitkan dibandingkan dengan pembelajaran biasa, belum lagi kuota internet harus tersedia dan ini adalah kesulitan terbesar yang dialami mahasiswa, kendala pada jaringan, ketersediaan perangkat pembelajaran seperti  laptop, tingkat pemahaman materi yang dirasa lebih baik jika melakukan kuliah tatap muka, dan juga tidak semua dosen dan mahasiswa siap mengoperasikan sistem pembelajaran daring dengan cepat, termasuk juga mempersiapkan bahan perkuliahan secara digital. Menurut berita yang saya baca, Direktur Politani Samarinda, Hamka S.TP.,MP.,M.Sc. menjelaskan bahwa berbagai upaya dilakukan untuk mengantisipasi keadaan ini,  seperti  dikeluarkan kebijakan belajar dan bekerja dari rumah (WFH), Kuliah daring sebagai  salah  satu solusi pembelajaran dimasa covid ini merebak, kuliah daring memberikan pembelajaran jarak jauh dimana bahan kuliah yang diberikan melalui  perangkat teknologi tentu akan memudahkan bagi mahasiwa untuk tetap mendapatkan perkuliahan tanpa tatap muka, lebih lanjut Hamka kembali mengatakan Pilihan ini harus diambil untuk melakukan tindakan pencegahan dan mitigasi yang efektif atas wabah yang kini telah menjadi pandemi global,  di antara kebijakan yang diambil ialah menonaktifkan kegiatan perkuliahan di lingkungan kampus serta melakukan karantina mandiri mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan, karyawan lainnya dan  termasuk tidak melakukan pertemuan tetapi melakukan perkuliahan dan bimbingan secara daring, meskipun pembelajaran daring ini hanya memberikan kemampuan teoritis, sehingga bagi politeknik sendiri masih dirasa jauh untuk mendapatkan skill atau kompetensi yang harus didapat jika praktek dengan model tatap muka.

 

Masalah lain juga dialami, yaitu Akibat sulit dan kurang mengertinya pengoperasian media yang digunakan, banyak dosen yang mengganti kuliahnya dengan memberikan mahasiswanya banyak tugas. Akibatnya jumlah tugas kuliah menumpuk, sehingga kurang maksimal dalam pengerjaannya, belum lagi tugas yang deadline nya cukup singkat. Disemester ini pun sulit menemukan kesalahan yang dikerjakan, Karena sulitnya proses komunikasi saat kuliah online, banyaknya tugas yang diberikan dosen tanpa adanya feedback. Hal ini seakan cuma formalitas semata bagi sebagian dosen, memberikan tugas, dikumpulkan, setelah itu diberikan tugas lagi tanpa adanya penjelasan mengenai tugas tersebut. Mahasiswa pun dianggap seakan-akan sudah mengerti dan menguasai semua materinya.

Metode UTS yang digunakan pada semester ini kurang lebih sama pada semester sebelumnya, namun lebih banyak diberikan soal dan tugas makalah untuk individu, belum lagi kami diberikan tugas video. Menurutku, tugas video inilah yang sangat susah karena kurang paham untuk mengedit agar video tersebut tidak bosan dilihat. Akhirnya aku meminta bantuan teman untuk mengedit video tersebut. kendala lainnya juga dirasakan karena besarnya ukuran file video, jadi cukup sulit untuk mengirimnya melalui WAG. Teman-teman lain pun juga kesulitan untuk mendownload file tersebut.

Kami juga diberi kesempatan untuk melakukan webinar yang belum pernah kami lakukan disemester sebelumnya, aku mendapat tugas sebagai panelis yang mengharuskan aku harus bisa menguasai materi yang akan dibicarakan. Aku sangat gugup karena webinar ini gabungan dari kelas D dan E, dimana aku tidak mengenal mereka semua dengan baik.

Di semester 2 ini juga aku sempat masuk ke dalam organisasi kampus yang bernamakan UKM OLAHRAGA, di karenakan latar belakang keluargaku yang semuanya menyukai semua jenis olahraga jadi makanya aku masuk ke UKM olahraga ini. Karena aku pikir jika aku masuk Organisasi aku perkuliahan aku pasti tidak akan terganggu dan kegiatan di sana pun pastinya positive semua toh semuanyakan olahraga jadi staminaku pasti terjaga. Tidak lama kemudian dari UKM ini akan diadakan Pengukhan yang di mana Pengukuhan ini bisa di sebut proses pengukuhan untuk menjadi anggota tetap dari UKM olahraga ini dan akhrinya aku tidak dapat mengikuti Pengukuhan tersebut kada faktor ekonomi yang pada saat itu tidak memungkinkan aku untuk mengikuti kegiatan terakhir itu yaitu Pengukuhan tersebut, akan tetapi aku tetap di anggap sebagai anggota UKM tetapi aku di anggap sebagai partisipan. Istilah partisipan ini bisa di artikan orang yang tidak mengikuti pengukuhan tetapi orang ini selalu aktip  makanya di sebut dengan partisipan.

Jadi, pada saat semester 2 itu aku mendapatkan banyak sekali pelajaran yang di bahas di luar dari perkuliahan yang bisa di sebut dengan banyak sekali pengalaman yang aku dapatkan, salah satunya yaitu bagaimana cara mengatur uang di masa pandemic dan caranya mendapatkan pengetahuan seperti bagaimana cara berbicara di depan umum, sopan santun dan ikhlas. Menurutku ini adalah suatu pengalaman yang sangat menguntungkan, bukanya untung 1 atau 2 hari. Akan tetapi untungnya bisa sampai anak-anak aku nanti

 

Ada satu lagi yang aku dapatkan di semester 2 yakni, pada saat di penghujung semester ini ada beberapa teman-temanku yang lagi mencari teman yang di saat mereka susah apakah ada teman yang sering nongkrong membantunya dan ternyata temanku bercerita.

 

“saran aku dek, mau seberapa banyaknnya teman. Terkadang teman sejati tidak muncul di saat senang akan tetapi sebaliknya dan banyak juga orang yang lupa temannya pada saat dia senang”

 

Dari situ aku sangat memikirkan perkataanya, terkadang memang betul dan terkadang salah. Pemikiran setiap orang berbeda-beda kita tidak bisa memaksakannya yaa begitulah pertemanan di saat ini. Ada yang datang di saat senangnya ada juga datang di saat susahnya, jadi kita sendiri harus pandai memilih yang mana teman, kawan dan sahabat.

 

Banyak sekali mahasiswa yang mengeluh dengan perkuliah online ini bahkan dosen pun ada yang mengeluh karena perkuliahan daring ini, di karenakan tidak semua dosen yang memahami teknologi saat ini makanya ada beberapa dosen yang mengeluh juga. Maka dari itu perkuliahan online (daring) ini bisa di bilang bagus dan bisa juga di bilang tidak bagus, mau gimana lagi kita sebagai rakyat harus mematuhi perintah yang telah di tetapkan oleh pemerintah.

 

Jadi, harapan saya mengalami dengan perkuliahan online ini. Tolong di fasilitasi bagi teman-teman yang berada di kampung ataupun teman-teman yang ekonominya terbatas untuk membeli kouta, bukanya apa kasihan teman-teman yang ada keinginan besar untuk kuliah secara online tetapi di batasi dengan ekonomi yang sangat terbatas. Namun situasi sekarang sangat memberi beban pada mahasiswa dan membuat pengalaman perkuliahan menjadi sesuatu yang membosankan, bahkan bisa sampai pada titik kejenuhan dan berdampak pada tidak berkualitasnya pendidikan yang diperoleh. Mahasiswa terengah-engah mengikuti proses pembelajaran. Dalam sekejap tugas menumpuk. Mereka dituntut bertransformasi jadi pembelajar mandiri dalam waktu semalam.

Diharapkan semoga pembelajaran melalui online ini dapat lebih maksimal lagi, baik mahasiswa maupun dosen.

 

Menghadapi situasi seperti ini, aku sangat berharap jika mahasiswa semester 3 yang sama sekali belum pernah merasakan kuliah tatap muka ini segera kuliah luring atau tatap muka. Mungkin sudah setahun ini aku sudah terbiasa dengan kuliah online, namun harapan untuk beradaptasi dengan hal baru sangat diinginkan, bukan soal kenyamanan atau tidak nyaman, namun sudah seharusnya kami mendapatkan fasilitas yang seharusnya didaptkan agar materi pun didapatkan dengan baik, tugas dikerjakan dengan baik, bukan hanya sebatas menggugurkan kewajiban saja. Semoga pandemi ini pun segera berakhir, bukan hanya dunia perkuliahan, namun semua jenjang pendidikan juga mengalami kesulitan saat kuliah online, maka dari itu semoga pendidikan di Indonesia ini lebih baik lagi. Dan semoga semua juga bisa menerima kondisi seperti ini.

Narasi Pengalaman Semester 4

  Nama   : Dede agustianto NIM      : 12001189 Kelas     : 5E PAI   Assalamualaikum wr.wb perkenalkan nama aku Dede agustianto. Sebe...