Senin, 14 Maret 2022

Narasi Pengalaman Semester 3

Nama : Dede Agustianto
NIM : 12001189
Kelas : 3E PAI

Assalamualaikum wr.wb. Perkenalkan nama saya Dede Agustianto. Seperti biasa sebelum saya menceritakan pengalaman di semester 3, mari kita mengingat kembali pengalam di semester 2. Pada saat itu virus Corona atau biasa di sebut Covid-19 telah mengubah semua sendi kehidupan. Semua aktivitas dilakukan secara online, karena adanya larangan keluar rumah guna memutus mata rantai penyebaran virus yang telah menelan banyak korban. Konsep pendidikan juga berubah, tadinya proses belajar mengajar dilakukan secara tatap muka, sekarang menggunakan berbagai aplikasi jejaring sosial.

Hal ini ternyata sangat membosankan dirasakan sebagian besar mahasiswa Universitas IAIN Pontianak. Hal tersebut banyak curhatan mahasiswa belajar daring dan banyak juga mahasiswa mulai mengeluhkan proses perkulihan dilakukan secara daring. Mulai adanya kebosanan dengan sistem ini, banyaknya tugas yang diberikan dosen, dan adanya kerinduan untuk berjumpa dengan kawan-kawan serta ingin merasakan kuliah tatap muka yang menurut mereka sangat membantu dalam memahami ilmu secara efektif.

Maka dari itu banyak sekali mahasiswa yang berusaha mencari kerjaan sampingan untuk menutupi kebosanan yang sedang kami jalani saat itu, adapun yang tidak mencari pekerjaan sampingan akan tetapi mereka membuka bisnis kecil-kecilan untuk mencukupi kebutuhan kuliah online ini. Maka dari itu aku kira awalnya mahasiswa tidak mendapatkan kouta terkhusus kampusku yaitu IAIN Pontianak, akan tetapi tidak lama kemudian kami mendapatkan bantuan kouta dari kampus yaa… walaupun tahap-tahapnya memakan waktu yang lama tetapi cukuplah untuk kami yang tidak mempunyai ekonomi yang berkecukupan untuk memenuhi kebutuhan kuliah online ini.

Setelah mendapatkan kouta itu pun aku sedikit tidak khawatir tentang jaringan untuk proses perkuliahan. Akan tetapi, di saat itu juga aku kembali berpikir untuk tidak selalu meminta uang apapun kecuali uang bayar kuliah kepada orang tua ku. Tetapi di balik pemikiran itu aku berfikir lagi jika aku mencari kerja sampingan apa akan bisa? jika aku ada pekerjaan sampingan bisa jadi susah jika kuliah sambil kerja dengan tugas yang selalu ada akan sulit membagi waktu tugas dan waktu istirahat dan bisa juga menjadi mudah.

Aku pun sempat berfikir untuk tidak berharap apapun kepada orang tua ku mengenai baju,laptop,handphone dan barang lainya, semenjak tamat dari SMA aku sudah berniat untuk tidak meminta uang kepada orang tua ku karena aku ingin belajar tidak bergantung kepada orang tu. Seperti pola uang yang aku stop meminta karena banyak orang yang bisa jalan waktu kuliah masih ada yang memakai duit orang tuanya, walaupun tidak semua tetapi aku berfikir untuk tidak meminta nya. Walaupun itu membuat aku tidak bisa ikut teman-temanku ngumpul ataupun jalan tetapi setidaknya aku mengurangi ekonomi di keluarga ku. Pada semester 2 ini juga proses perkuliahan yang aku jalani kurang aku tekuni, dikarenakan aku dan teman-temanku kembali mengadakan tournament game mobile secara online. Singkat cerita setelah aku malas-malasan dalam kuliah dikarenakan kuliah online ini aku dan teman-teman secepat mungkin mengadakan perlombaan tournament tesebut.

Hari pertama tournament game Mobile Legends dan PUBG Mobile di lakukan secara online aku selaku panitia berkumpul di cafe wak leman. Sejak hari itu aku melaksanakan tugas sebagai panitia dengan tanggung jawab karena di saat itu aku memberanikan diri untuk mengambil pj game mobile legend, hari pertama pertandingan adalah hari yang sangat meneganggkan bagi aku pribadi. Karena aku harus esktra menyiapkan segala persiapan yang harus di atur supaya acara tournament ini berjalan lancar, karena jika aku gagal saat hari pertama gimana hari selanjutnya.

Pokoknya hari pertama ini bisa di bilang hari di mana aku merasakan suasana tegang, aku berpikir apakah dengan aku menjadi pj pada tournament kali ini akan berjalan lancar atau sebaliknya. Untungya aku di bantu oleh temanku,

“setelah ini kamu lakukan ini dek..” 

Setelah mendengar suruhan temanku aku langsung mengerti dengan situasi yang sedang aku hadapi. Kondisi di saat itu banyak sekali yang bisa aku ambil pelajarannya, salah satunya di mana aku harus mau tidak mau pandai membaca situasi perlombaan online pada saat itu. Gimana caranya melihat yang curang atau lain sebagainya, tidak terlepas teman-temanku lah yang mengajari aku untuk mengerti situasi perlombaan secara online tersebut. 

Tidak lupa juga pada saat itu aku merasakan memegang uang hadiah dari tournament online tersebut, kebetulan tournament online kali ini kami mendapatkan beberapa sponsor jadi hadiah online kami tidak perlu kami pusingkan lagi. Akan tetapi di lain sisi, aku merasa pusing dan takut memegang hadiah tournament pada saat itu, bukanya senang malah sebaliknya. Aku berpikir apakah akan aman jika uang ini aku pegang dan apakah uang hadiah ini tidak berkurang atau pun tidak nambah, meskipun kalau tiba-tiba nambah yaa bagus kan. Maka dari sini lah aku merasa ohh begini ya rasanya memegang uang sebanyak ini dan begini rasanya jika jadi bendahara yang memegang uang di setiap acara apapun. Pada tournament saat ini aku sangat antusias acara ini dan kebetulan perkuliahan online juga jadi aku rasa aku harus mencari kesibukan makanya aku berani mengambil posisi pj tournament online kali ini, hari pertama aku menjadi pj tournament aku di ajarkan untuk berbicara melalui google meet dan kebetulan tournament kali ini yang aku bilang tadi kami lumayan mendapatkan beberapa sponsor jadi tournament online ini lumayan mewah sedikit lah. Makanya aku di ajarkan untuk berbicara di goggle meet karena 15 menit sebelum pertandingan ada waktu untuk berbicara dengan player yang mengikuti tournament saat itu.

Pada hari pertama itu lah aku rasa aku harus bisa, harus bisa dan harus bisa. Aku akan tunjukan kepada teman-teman yang meremehkan diri aku, dan buktinya… aku terbatah-batah saat google meet. Aku pikir tidak apa-apalah toh acaranya tetap berjalan lancar, karena itu aku tidak jadi insecure. Lalu aku langsung memulai perlombaan pada hari pertama. Singkat cerita hari pertama selesai dan lanjut hari kedua.

Pada hari kedua aku melakukan seperti biasanya dan hari kedua ini aku harus lebih baik dari hari pertama dan seperti biasa aku melakukan tugasku sebagai pj mobile legend yang telah di lakukan di hari petama di lakukan juga di hari kedua. Ada yang spesial di hari kedua ini,yaitu aku di ajarkan untuk bisa pandai mengedit twibon, padahal aku tidak mengerti apa yang di jelaskan oleh temanku tetapi aku tetap bilang “oke oke oke paham”. Mau gimana lagi jika aku bilang tidak bisa-bisa aku tidak di ajarkan caranya membuat twiban, tapi aku pikir aku harus pandai suatu hari.

Setelah aku menjadi Panitia Tournament online itu aku tidak lupa juga dengan tugas-tugas kuliah yang sangat banyak, yahh walaupun tidak sebanyak pada saat semester 1. Akan tetapi semester 2 ini aku sudah mulai masuk ke tingkat kejenuhan karena aku berpikir semester 2 saja masih online apa lagi semester 3, makanya aku bermalas-malasan di semester 2 itu bukan karena aku tidak memikirkan duit orang tuaku akan tetapi aku merasa dengan kuliah online tidak semua orang bisa masuk ilmunya. Karena dari kelas 1SD sampai 3 SMA zamannya aku sudah sering dengan tatap muka, bukanya tidak mengikuti aturan yang sudah ada akan tetapi apa salahnya jika masuk setengah dan setengahnya tidak masok ataupun silahkan pilih yang ingin offline siapa-siapa dan yang ingin online siapa-siapa, yaa mungkin nantinya akan banyak yang ingin offline jadi pasti ada antisipasi jika yang ingin offline.

Makanya aku agak bermalas-malasan pada semester 2 itu, akan tetapi banyak sekali yang bisa aku pelajari. Dari menahanya hawa nasfu yang di mana saat awal-awal semester 1 aku sangat bernafsu untuk pergi ke café atau pun keluar keluyuran kemana, yahh wajar lah baru-baru merasakan menjadi mahasiswa. Tetapi beda dengan sekarang.

Semester 2 ini banyak sekali yang menurutku hal-hal baru, dari proses belajar melalui online (daring) Di semester dua ini sangat banyak tugas yang mengharuskan kami membentuk kelompok, hampir semua mata kuliah menggunakan kelompok untuk membuat makalah yang kemudian akan di presentasikan. Kami melewati berbagai macam tugas dengan berbagai tantangan juga. Mulai dari materi yang sulit didapatkan, kuota yang pas-pasan, kelompok kurang kompak, teman yang sulit dihubungi, presentasi kurang maksimal, grogi saat harus on cam di google meet, kondisi jaringan internet bermasalah. Kondisi jaringan internet yang berbeda beda di setiap daerah sangat mempengaruhi berlangsungnya perkuliahan. Untuk mahasiswa yang tinggal di daerah perkotaan tentu tidak akan terlalu bermasalah dengan jaringan internet, namun untuk mahasiswa yang tinggal di daerah pedesaan terkadang cukup kesulitan untuk menemukan jaringan yang bagus sehingga membuat kuliah online terganggu.
Melalui pembelajaran daring mahasiswa dapat belajar seperti biasanya dan tidak akan ketinggalan materi perkuliahan, serta waktu yang lebih fleksibel.  Namun pembelajaran daring ini tidak sepenuhnya disambut baik oleh para mahasiswa, karena ada sebagian mahasiswa yang menganggap pembelajaran daring ini lebih menyulitkan dibandingkan dengan pembelajaran biasa, belum lagi kuota internet harus tersedia dan ini adalah kesulitan terbesar yang dialami mahasiswa, kendala pada jaringan, ketersediaan perangkat pembelajaran seperti  laptop, tingkat pemahaman materi yang dirasa lebih baik jika melakukan kuliah tatap muka, dan juga tidak semua dosen dan mahasiswa siap mengoperasikan sistem pembelajaran daring dengan cepat, termasuk juga mempersiapkan bahan perkuliahan secara digital. Menurut berita yang saya baca, Direktur Politani Samarinda, Hamka S.TP.,MP.,M.Sc. menjelaskan bahwa berbagai upaya dilakukan untuk mengantisipasi keadaan ini,  seperti  dikeluarkan kebijakan belajar dan bekerja dari rumah (WFH).

Mungkin begitu saja, selanjutnya pengalaman saya di semester 3. Pada semester 3 ini tidak ada yang terlalu istimewa akan tetapi pada tahun ini ada beberapa peristiwa yang bisa di bilang membekas dan mendapatkan banyak sekali pelajaran hidup, terutama untk diriku pribadi. Pada saat hari pertama masuk di semester 3, terlintas di pikiranku untuk mencetak buku yang telah aku selesaikan di semester 1 dan kebetulan buku itu adalah buku karyaku sendiri yang berjudul Terjebak Di Pulau Borneo.

Akan tetapi itu di hambat dengan beberapa mata kuliah di semester 2, yang katanya pada semester ini akan diadakan observasi ke beberapa tempat bersejarah di Pontianak. Dan betul saja setelah UTS, ada pengumuman bahwa akan ada observasi setiap kelas. Akhirnya kami bisa dapat bersenang-senang dengan teman sekelas dan kebetulan aku belum pernah bertemmu dengan te,an-teman yang berada di kampung. Jadi, aku pikir ini adalah kesempatan yang bagus. Karena, aku sama sekali tidak mengenali temanku yang berada di kampung. Makanya kegiatan ini bisa di bilang lumayan berarti untuk diri aku sendiri, setelah itu singkat cerita tibalah hari kegiatan observasi itu.

Pada hari itu aku sudah menyiapkan segala perlengkapan yang akan di bawa untuk pergi ke kegiatan observasi tersebut. kebetulan sehari sebelum berangkat ada salah satu teman kelasku yang menginap di rumah aku, temanku tersebut bernama Yasser Defansa. Kebetulan dia menginap di rumahku dan Yaser sudah membawa segala barang persiapan untuk pergi kegiatan observasi tersebut, pada saat malam hari kamu berdua berjanji untuk tidak tidur sampai besok pergi berangkat observasi. Akan tetapi, takdir berkata lain. Karena, pada saat pukul 22.00 WIB. Lampu di area rumaku mati. Jadi, kami urungkan niat kami untuk tidak tidur.

Pagi pun tiba, aku dan Yasser bergegas siap-siap untuk pergi ke kampus. Karena sebelum pergi observasi kami satu kelas berkumpul di kampus IAIN Pontianak, lalu pergi bersama-sama menaiki bis angkutan umum. Singkat cerita kami sudah siap untuk berangkat pergi ke kampus dulu, akan tetapi ada beberapa halangan yaitu perut ku tiba-tiba berbunyi. Aku langsung mengajak Yasser untuk pergi makan nasi kuning dulu, setelah itu baru pergi ke kampus. Sesampainya di lokasi aku langsung memesan nasi kuning yang porsi jumbo sedangkan Yasser memesan porsi yang biasa saja. 

Lima belas menit berlalu, kami pun selesai sarapan. Setelah itu kami langsung bergegas karena jam sudah menunjukan pukul 06.30 WIB. Yasser langsung menghidupkan motor dan aku langsung bergegas membayar lalu naik ke motor, dengan cepat Yasser langsung mengebut sekencang-kencangnya. Mataku sampai keluar air mata saking kencangnya Yasser membawa motor. Hanya butuh waktu sepuluh menit untuk Yasser membawa motor sampai ke kampus IAIN Pontianak. Sesampainya di sana, teman-teman sudah berkumpul dan sedang menunggu kedatangan bis tersebut. akan tetapi, lagi dan lagi ada saja halangan untuk memperlambat kami pergi kegiatan observasi tersebut.

Ternyata tanpa Yasser ketahui, tas yang dia bawa bolong di bagian bawahnya. Mau tidak mau Yasser harus pulang kerumahnya untuk mengganti tas yang tidak bolong, tanpa berpikir panjang Yasser langsung kembali menaiki motor dan mengebut sekencang-kencangnya. Aku berpikir, aku rasa hanya butuh waktu lima belas menit untuk Yasser sampai kerumahnya dan balik lagi ke kampus dan benar saja setelah lima belas menit berlalu terdengar suara motor dengan knalpot yang nyaring dari depan kampus, itu ternyata si Yasser yang mengebut. Karena takut di tinggalkan makanya dia buru-buru. Setelah itu akhrinya tibalah bis angkutan umum yang sudah kami sewa untuk satu kelas yang berjumlahkan 30 mahasiswa.

Akhirnya tepat pukul 07.30 WIB. Kami berangkat menuju beberapa tempat bersejarah di pontinak, salah satunya adalah Makam Sultan Syarif Abdruahman AlKadrie. Pada saat di perjalan kami sekelas sangat bergimbira, katanya dari kelas sebelah. Setelah observasi mahasiswa di perbolehkan untuk pergi ke tempat wisata dan benar saja pada saat di dalam bis, Pj mata kuliah sejarah pendidikan memberikan informasi setelah pergi ke 2 tempat bersejarah. Amanah dari bapak dosen kita pergi ke pantai samudera yang terletak di singkawang.

Singkat cerita kami sampai di tempat Makam Sultan Syarif Abdruahman AlKadrie, beliau adalah pendiri kota Pontianak ini, lahir pada tahun 1742 dan wafat pada tahum 1808. Sultan Syarif Abdurahman Alkadrie, merupakan putra dari Al Habib Husin. Seorang penyebar agama islam yang berasal dari arab. Masa kepemerintahnya, 27 oktober 1771 – 28 februari 1808. Di area ini juga terdapat makam keturunan Sultan Syarif Hamid II Alkadrie, yang merupakan tokoh pejuang di era kemerdekaam yang melawan Belanda. Beliau juga merupakan pendesain lambing negara Indonesia.

Pada Makam Sultan Syarif Abdurahman Alkadrie terbuat dari kayu belian bertingkat 2 dan terdapat ukiran tulisan arab di beberapa nisan yang menunjukan bahwa islam adalah landasan utama dari kesultanan. Budaya arab dan melayu teerpancar dari warna bangunan dan nisan, yaitu warna hijau dan kuning emas. Di makam tersebut juga di selimuti dengan kain berwarna kuning terang, makam tersebut sudah berusia ratusan tahun dan sudah banyak dilakukan perbaikan. Terdapat sebuah batu besar dan Meriam kuning di makam batu layang, selain itu makam inti untuk berziarah. Makam ini juga merupakan objek wisata Kalimantan Barat, untuk dapat menuju ke pemakaman batu layang, kita harus memasuki perkampungan sekitar 5 menit dari jalan raya. Letak bangunan tersebut berada di pinggir sungai Kapuas. Suasana di sana sangatlah tenang dan masih bisa dapat merasakan gambaran kejaayaan kesultanan.
Di pinggir sungai juga terdapat surau/aula, sehingga kita dapat khusyuk berdoa sambil mendengar suara alam yang masih sangat alami. Komplek makam sultan pun masih sangat terjaga kebersihannya dan keasrianya. Karena, jika kita ingin masuk ke makam sultan. Kita di wajibkan untuk melepas sepatu ketika ingin berziarah, makam beliau terletak di tengah-tengah antara semua makam dan dijaga oleh keturunan Sultan Syarif Abdurahman Alkadrie langsung secara bergiliran. Bagi penziarah yang ingin kesana, dapat mempersiapkan sejumlah uang untuk di bagikam, seandainya tidak berkenan maka lebih baik menyumbang di kotak yang telah di sediakan.

Di komplek pemakaman ini terdapat tujuh makam sultan yang di makamkan yakni :
1. Sultan Syarif Abdurahman Al Kadrie, selaku pendiri kesultanan kadariah (1742-1808)
2. Sultan Syarif Kasim Al kadrie, anak dari sultan pertama (1768-1819)
3. Sultan Syarif Oesman, sultan ke tiga (1777-1860)
4. Sultan Syarif Hamid I Al Kadrie
5. Sultan Syarif Yusuf Al Kadrie
6. Sultan Syarif Muhammad Al Kadrie
7. Sultan Syarif Hamid II (Wafat pada tahun 1978)
Diantara makam di sini, makam Sultan Syarif Abdurahman Al Kadrie lah yang menjadi pusat pemakaman. Makam beliau terdapat di suatu ruangan yang agak mirip seperti bunker dan ketika kita akan memasuki ruangan ini, jarak antara dinding langit-langit cukup rendah sehingga sewaktu memasuki ruangan terebut kita harus membungkuk. Melambangkan rasa hormat pada sultan, adapun keunikan lain dari pemakaman ini yakni. Ada beberapa makam yang tingginya melebihi tinggi orang dewasa alasan dari area pemakaman ini di namakan batu layang adalah adanya gundukan batu batu besar di luar area pemakaman. konon ceritanya batu ini dulunya berada di seberang pulau, tetapi berpindah dengan sendirinya ketempat yang sekarang. maka dari itulah kenapa dinamai batu layang. makam kesultanan Pontianak di Batu Layang merupakan aset kentiga dari warisan kesultanan Pontianak, sesudah Istana Kadariah dan Masjid Jami' Sultan Abdurahman. konon ketiga lokasi ini mempunyai letak dengan garis bujur dari istana, masjid dan makam dari arah timus ke barat. Komplek pemakaman ini juga khusu bagi para sultan Pontianak beserta keluarganya dan bukan di buka untuk umum. di samping makam Sultan Syarif Abdurahmna Al Kadrie terdapat makam istrinya yang bernama Putri Utin Chandramidi yang wafat padantahun 1246H/1830M. makam Sultan Syaruf Kasim berpagar kayu dan berkelambu kuning, disampingnya terdapat makam istri dan anaknya. begutupun dengan makam Sultan Suaruf Oesman yang dimakamkan pula bersama istri dan anaknya, yang berpagak khusus. Nisan Para sultan yang berbentuk gada, menunjukan kalau itu adalah makam seorang laki-laki dan nisan keluarga perempuan berbentuk pipih.

Setalah ke makam tersebut kami pergi ke pantai Samudera, di sana kami di suruh untuk menulis hasil observasi kami. Akan tetapi pada saat sampai itu hanya lah informasi. Bisa di bilang itu adalah observasi kerkedok liburan, akan tetapi di samping dari itu ada beberapa yang mengerjekan dan ada beberapa yang tidak.
Singkat cerita kami kembali ke Pontianak, sesampainya di Pontianak kami semua pulang kerumah masing-masing. Sesampainya di rumah, aku masih kepikiran untuk melanjutkan lagi tulisan buku aku, aku pun langsung mengirim pesan ke ibu Farninda sekaligus dosen mata kuliah Bahasa Indonesia pada saat semester 1. Alhamdulillah respon ibu farninda sangat baik, beliau menyuruh aku membenahi beberapa kalimat dari buku aku. Tanpa berpikir panjang aku langsung meminta bantuan temanku. Aku pun langsung pergi ke toko temanku yang bernama bang Fajar dan kebetulan dia adalah Kakak tingkat ku di kampus. Jadi, aku meminta bantuannya apakah buku yang aku tulis ini layak di tulisa atau tidak dan lain sebagainya. Setelah berbicara panjang lebar, akhirnya timbulah ide baru dan aku rasa ide ini sangat menantang dan bisa di bilang ide itu adalah suatu tantangan yang baru untuk diriku sendiri.

Yakni, memperpanjang cerita yang telah aku tulis di semester 1. Dengan menambahkan ceritanya jadi semakin jauh dan semakin menarik. Karena pada saat kami berbincang, bang fajar berkata “ujung dari ceritanya gantung de”. Makanya setelah itu tanpa kami sadari, kami berbincang-bincang soal cerita-cerita film seperti film Harry Poter, Jumanji, Fantastic Beast dan film fantasy lainya. Begitulah asal muasal dari kelanjutanya buku Terjebak Di Pulau Borneo ini. Setelah itu aku fokus memeperpanjang buku cerita itu. Hari demi hari aku mencari ide untuk memperpanjang cerita itu, dari menonton film action, comedy dan fantasy yang bisa membuat otak ku lancar.

Harapanku untuk semester berikutnya yang pertama adalah dilakukan kuliah tatap muka, karena sudah ada wacana akan dilakukan kuliah tatap muka disemester baru, namun tidak terasa aku sudah memasuki semester baru, yaitu semester ganjil atau semester tiga yang ternyata masih tetap sama, hanya wacana, lagi-lagi aku harus melakukannya secara online. Harapan lain, agar biaya UKT bisa diringankan dan memberikan info yang jelas. 
Aku juga berharap agar perkulihan ini lebih banyak menggunakan whatsApp group karena lebih hemat kuota internet, menggunakan media yang memadai lainnya juga untuk memberikan penjelasan materi yang cukup dimengerti mahasiswa. Dari segi penilaian atau assesment diharapkan dosen dapat berlaku adil dan menghargai usaha dari para mahasiswanya. Dari segi tugas dan koreksinya, diharapkan dosen dapat memberikan feedback agar mahasiswa dapat mengetahui lebih jelas terhadap tugas yang sudah dikerjakan.  
tingkat keefektifannya yang bisa dikatakan relatif, tergantung dari masing-masing komponen yang menunjang atau turut serta dalam proses pembelajaran daring ini sehingga diharapkan pembelajaran ini membawa hasil yang terbaik meskipun dalam keterbatasan yang ada. Mahasiswa diharapkan mandiri dan lebih aktif belajar bukan hanya mengandalkan materi yang telah diberikan saja tetapi juga dari sumber lain. Dosen dan pihak Fakultas/Universitas hendaknya menyesuaikan kurikulum dengan keadaan saat ini sehingga perkuliahan daring tetap dapat dilaksanakan dan tidak terlalu membebani. Diperlukan pula model pembelajaran yang atraktif, aktif, dan dapat diterima oleh semua tipe mahasiswa. Pemerintah juga mengusahakan yang terbaik untuk menunjang keberlangsungan pembelajaran di masa pandemi COVID-19 ini, seperti contohnya pemberian subsidi kuota bagi siswa, guru, mahasiswa, maupun dosen tiap bulannya. Dalam jangka panjang, pembelajaran daring dapat membatasi kegiatan lapangan atau praktikum yang mendukung mata kuliah sehingga diperlukan inovasi pembelajaran campuran learning saat kondisi sudah mulai membaik dan memungkinkan pelaksanaan protokol kesehatan di kampus.

Namun situasi sekarang sangat memberi beban pada mahasiswa dan membuat pengalaman perkuliahan menjadi sesuatu yang membosankan, bahkan bisa sampai pada titik kejenuhan dan berdampak pada tidak berkualitasnya pendidikan yang diperoleh. Mahasiswa terengah-engah mengikuti proses pembelajaran. Dalam sekejap tugas menumpuk. Mereka dituntut bertransformasi jadi pembelajar mandiri dalam waktu semalam. 
Diharapkan semoga pembelajaran melalui online ini dapat lebih maksimal lagi, baik mahasiswa maupun dosen. 

Menghadapi situasi seperti ini, aku sangat berharap jika mahasiswa semester 3 yang sama sekali belum pernah merasakan kuliah tatap muka ini segera kuliah luring atau tatap muka. Mungkin sudah setahun ini aku sudah terbiasa dengan kuliah online, namun harapan untuk beradaptasi dengan hal baru sangat diinginkan, bukan soal kenyamanan atau tidak nyaman, namun sudah seharusnya kami mendapatkan fasilitas yang seharusnya didaptkan agar materi pun didapatkan dengan baik, tugas dikerjakan dengan baik, bukan hanya sebatas menggugurkan kewajiban saja. Semoga pandemi ini pun segera berakhir, bukan hanya dunia perkuliahan, namun semua jenjang pendidikan juga mengalami kesulitan saat kuliah online, maka dari itu semoga pendidikan di Indonesia ini lebih baik lagi. Dan semoga semua juga bisa menerima kondisi seperti ini.

Narasi Pengalaman Semester 4

  Nama   : Dede agustianto NIM      : 12001189 Kelas     : 5E PAI   Assalamualaikum wr.wb perkenalkan nama aku Dede agustianto. Sebe...